Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Tuntunan Memberi Nama Baik Bayi

Tuntunan Memberi Nama Baik Bayi

Memberi nama baik kepada bayi dalam islam telah ada dalam tuntuna tersendiri. Karena memang Islam dalam segala aspek kehidupan dunia akherat mempunyai pedoman yang pasti yaitu Al-Qur'an dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya nama merupakan identitas seseorang, bukti atas dirinya, serta merupakan kebutuhan yang sangat urgen dalam memahami dirinya di saat bersamanya, atau saat bersikap kepadanya. Bagi seorang anak, nama merupakan sebuah perhiasan dan syi’ar yang dengannya ia akan diseru di dunia maupun di akhirat. Nama merupakan bentuk pujian terhadap agama dan pertanda bahwa ia termasuk pemeluknya. Sehingga memang kita selaku umat islam perlu mengetahui akan tuntunan Islam memberi nama baik pada bayi anak kita semuanya.

Anjuran memberi nama anak ini juga telah terdapat dalam nash yaitu riwayat hadist Tirmidzi yitu :"dari Amr bin Syuaib, dari bapanya, dari datuknya, bahwa Nabi saw. menyuruh memberii nama bayi pada hari ketujuh dari kelahirannya dan memotong tali pusatnya serta mengadakan akikah.

Untuk itu Islam selalu menginginkan kemudahan, meskipun menyangkut pemberian nama anak, dan Islam tidak menyukai kesulitan dan kekerasan meskipun juga menyangkut pemberian nama. Karena Rasulullah juga memberikan tuntunan Islam dalam memberi nama baik untuk anak. Hal ini dapat dilihat dengan jelas melalui larangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memakai nama Harb (perang).

Tuntunan Islam Memberi Nama Baik Bayi Anak

Untuk itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Nama yang paling disukai adalah 'Abdullah dan 'Abdur Rahman, dan nama yang paling baik adalah Harits dan Hammam, sedang nama yang paling buruk adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit)."( HR. Abu Dawud ) Dan tuntunan nama yang paling baik dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan disukai Allah adalah nama Abdullah dan 'Abdur Rahman berdasarkan atas sebuah hadist yang artinya sebagai berikut :"Sesungguhnya nama yang paling disukai Allah adalah 'Abdullah dan 'Abdur Rahman."( HR. Muslim ).

Kita selaku umat Islam juga dianjurkan untuk memberikan ucapan selamat atas kelahiran anak kepada keluarga kita, sahabat-sahabat kita dan tetangga-tetangga kita pula. Anjuran memberikan ucapan selamat atas kelahiran anak ini juga telah dikatakan oleh Sahabat-sahabat Imam Nawawi berkata: Dianjurkan memberi ucap selamat sesuai dengan yang diriwayatkan dan Husein bin Ali ra bahwa ia mengajari orang memberi ucap selamat. Ia berkata: Ucapkanlah: Semoga Allah memberi berkat kepadamu dan anakmu. Semoga engkau bersyukur kepada Pemberinya (Allah SWT.) Semoga anak itu mencapai usia dewasa dan berbakti kepadamu.

Dianjurkan menjawab orang yang memberi ucap selamat dengan ucapan: Semoga Allah memberi berkat kepadamu. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Semoga Allah memberikan kepadamu yang seperti itu. Atau, semoga Allah memperbanyak pahalamu.

Hukum Pemberian Nama.
Allah subhanahu wa ta’ala menuntunkan kepada keturunan Adam untuk memberikan nama pada anak, sebagaimana Allah telah memberi nama “Yahya” kepada putra Nabi Zakariyya ‘alaihis salam yang akan dilahirkan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya : "Hai Zakariyya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang serupa dengannya." (QS Maryam: 7).

Ibnu Hazm dalam Maratibul Ijma’ mengatakan bahwa para ulama bersepakat atas wajibnya memberikan nama, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Anak yang tidak memiliki nama tidak akan dikenal (majhul) dan tersamarkan dengan yang lainnya, tidak bisa dibedakan, karena nama berfungsi untuk menentukan, membedakan, dan mengenali si anak.

Manfaat Hikmah pemberian nama kepada anak yaitu diantaranya :
  1. Nama adalah hal pertama yang diperuntukkan bagi anak ketika ia keluar dari kegelapan rahim.
  2. Nama adalah sifat pertama yang membedakannya dengan sesama jenisnya.
  3. Nama adalah hal pertama yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya, yang memiliki hubungan sifat pewarisan dan keturunan.
  4. Nama adalah bekal bagi seorang anak untuk masuk ke tengah-tengah masyarakat.
Berikut adalah tips panduan dalam memberi nama anak secara Islami yaitu :
  1. Hendaknya anak diberi nama dengan nama-nama yang baik yang menunjukkan keislamannya.
  2. Tidak memberi nama dengan dengan nama-nama orang kafir contohnya : Andrea, Jacklin, Yuli, Diana, Susan, Paulia, Victoria, Gloria, Lara, Linda, Lisnda, Maya, Manoliya, Gandhi.
  3. Tidak memberi nama anak dengan sesuatu yang tidak memiliki makna contohnya : Zuzu, Vivi, Mimi.
  4. Tidak memberi nama dengan nama-nama yang diharamkan.
  5. Tidak memberi nama anak dengan nama-nama yang dibenci.
  6. Memberi nama dengan nama-nama yang disunnahkan dan diperbolehkan.
Disunnahkan memberi nama dengan dua nama berikut, yakni ‘Abdullah (hamba Allah) dan ‘Abdurrahman (hamba Dzat Yang Maha Pengasih). Kedua nama tersebut merupakan nama yang paling disukai oleh Allah.

Disunnahkan memberi nama yang mengandung penghambaan terhadap nama-nama Allah yang baik (asma’ul husna) mana saja, seperti ‘Abdul ‘Aziz (hamba Dzat Yang Maha Mulia), ‘Abdul Malik (hamba Dzat Yang Maha Menguasai).

Memberikan nama dengan nama-nama nabi dan rasul Allah, karena merekalah penghulu Bani Adam, akhlak mereka adalah yang terbaik dan amal mereka adalah amal yang paling bersih. Menamai dengan nama-nama mereka, maka akan senantiasa mengingatnya terhadap mereka, sifat-sifat serta karakteristik mereka.

Menamai anak dengan nama-nama orang yang shalih dari kaum muslimin seperti nama para sahabat dan para ulama seperti: Anas, 'Aisyah, Fathimah, Jabir, dan Urwah.

Mengapa Anak Susah Makan

Mengapa Anak Susah Makan

Anak sulit makan memang seringkali ditemui oleh para orang tua dalam kehidupan anak-anaknya. Apalagi bila anak masih dalam usia Balita (bawah lima tahun). Masalah sulit makan anak memang tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Karena hal ini akan bisa berdampak kurang baik dan kurang menyehatkan bagi anak-anak kita tentunya. Penyebab anak susah makan memang bisa bermacam-macam sebabnya.

Karena sebagian besar anak-anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi tetapi juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dan sebagainya. Apalagi jika masih dalam tahap pengenalan makanan baru. Karena selain ada anak yang susah makan, anak yang gemar makan sampai timbul obesitas pada anak juga terkadang kita jumpai dalam masyarakat kita ini.

Bagi sebagian keluarga yang masih memiliki anak-anak yang masih dalam usia pra sekolah ataupun sekolah dasar tentunya ada yang menemui bahwasannya anak-anaknya susah makan. Ada beberapa penyebab anak mengalami susah / sulit untuk makan. Mengapa anak susah sulit makan ? Lalu bagaimana cara tips mengatasi anak susah makan ?

Penyebab Anak Susah Sulit Makan

Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan anak menjadi susah makan pada umur-umur di bawah lima tahun :

1. Anak Bosan Dengan Menu Masakan.
Pada jaman sekarang sepertinya anak-anak semakin pintar dalam hal memilih makanan yang disukainya. Berbeda dengan kita bila pada waktu kecil, makan tidak banyak macamnya dan kita juga terbiasa memakannya. Bila sekarang banyak anak yang cepat merasa bosan dengan menu makanan yang disajikan oleh ibunya. Sehingga hal ini seyogyanya akan mendorong para ibu untuk lebih kreatif dalam membikin menu makanan sehingga tidak menimbulkan datangnya rasa bosan anak terhadap menu makanannya.

2. Anak Banyak camilan Manis.
Makanan yang banyak mengandung kalori ini biasanya makanan yang manis-manis seperti : permen, minuman ringan, cokelat, snack ber-MSG. Akibat rasa manis dan kandungan yang banyak kalori tersebut maka sang anak merasa sudah kenyang sehingga pada saat makan, maka porsinya makannya pun tak akan banyak.

3. Pengaruh Kebiasaan Orang Tua.
Seorang anak yang tumbuh dan berkembang dalam suatu lingkungan keluarga yang malas makan karena diet, akan berpotensial mengembangkan perilaku malas makan juga kepada anaknya. Perilaku makan yang kurang tepat lainnya yaitu adanya kebiasaan orang tua membelikan jajanan tinggi kalori (permen, minuman ringan, cokelat) untuk menenangkan anak yang rewel. Hal ini bisa berakibat, anak merasa cepat kenyang dan pada akhirnya anak malas makan.

4. Minum Susu Banyak.
Dengan berubahnya jaman maka banyak pula keluarga menganggap susu sebagai makanan ataupun minuman istimewa yang bisa menggantikan makanan utama seperti halnya nasi, sayur, dan lauk pauknya. Orangtua yang berpandangan seperti ini, umumnya akan tidak sabar dalam menghadapi proses makan anak batita yang cenderung lama dan biasanya diselingi dengan bermain. Sebagai gantinya, anak akan diberikan susu yang tentunya memiliki proses lebih cepat karena hanya diminum dan dalam bentuk cairan.

Padahal setelah anak berusia satu tahun, kehadiran susu formula khususnya dalam menu sehari-hari tidaklah wajib. Susu dalam hal ini hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja, sementara kalsium dan fosfor dapat ditemukan dengan mudah pada jenis ikan-ikanan, sayuran, dan buah-buahan yang tentunya lebih mudah dicerna.

Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya

Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya

Adakah kaum muslimin dan muslimah yang tak mengenal sosok Fathimah binti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam? Rasanya tak mungkin! Beliau radiyallahu’anha satu-satunya putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang hidup mendampingi beliau hingga wafatnya beliau ke Rafiqil a’la.1

Fathimah az-Zahra radiyallahu’anha adalah ratu bagi para wanita di surga (Sayyidah nisa ahlil jannah). Pemahaman beliau tentang arti jilbab yang sesungguhnya sangat layak untuk disimak dan direnungi oleh para muslimah yang sangat merindukan surga dan keridhaan RabbNya. Sudah sempurnakah kita menutup aurat kita seperti apa yang difahami Shahabiyah?

Wahai saudariku muslimah yang merindukan surga Firdaus al-A’la…Shahabiyah yang mulia ini memandang buruk terhadap apa yang di lakukan wanita terhadap pakaian yang mereka kenakan yang masih menampakkan gambaran bentuk tubuhnya. Apa yang beliau tidak sukai itu beliau sampaikan kepada Asma radiayallahu’anha sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ummu Ja’far bahwasanya Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:

“Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan tubuhnya.” Asma’ berkata : ‘”Wahai putri Rasulullah maukah kuperlihatkan kepadamu sesuatu yang pernah aku lihat di negeri Habasyah?” Lalu Asma’ membawakan beberapa pelepah daun kurma yang masih basah, kemudian ia bentuk menjadi pakaian lantas dipakai. Fatimah pun berkomentar: “Betapa baiknya dan betapa eloknya baju ini, sehingga wanita dapat dikenali (dibedakan) dari laki-laki dengan pakaian itu. Jika aku nanti sudah mati, maka mandikanlah aku wahai Asma’ bersama Ali (dengan pakaian penutup seperti itu ) dan jangan ada seorangpun yang menengokku!” Tatkala Fatimah meninggal dunia, maka Ali bersama Asma’ yang memandikannya sebagaimana yang dipesankan. ”2

Syaikh Albani rahimahullah berkata : Perhatikanlah sikap Fatimah radiyallahu anha yang merupakan bagian dari tulang rusuk Nabi shalallahu alaihi wassalam bagaimana ia memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat mensifati atau menggambarkan tubuh seorang wanita meskipun sudah mati, apalagi jika masih hidup, tentunya jauh lebih buruk. Oleh karena itu hendaklah kaum muslimah zaman ini merenungkan hal ini, terutama kaum muslimah yang masih mengenakan pakaian yang sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bulatnya buah dada, pinggang, betis dan anggota badan mereka yang lain. Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”3

Wahai ukhti muslimah yang dirahmati Allah,…benarlah apa yang dikatakan oleh Syaikh Albani rahimahullah. Fitnah yang melanda kaum muslimah begitu deras dan hebat.Jika Fathimah radiyallahu’ anha saja tidak rela jasadnya tergambar bentuk tubuhnya tentulah dapat kita fahami bagaimana beliau mengenakan jilbab di masa hidupnya. Karena beliau sangat memahami perintah jilbab dengan pemahaman yang benar dan sempurna. Pemahaman beliau yang sangat mendalam ini jelas tersirat dari ketidaksukaannya yang beliau pandang sebagai suatu keburukan apabila seorang wanita memakai pakaian yang dapat menggambarkan lekuk tubuhnya.

Lalu bandingkanlah dengan apa yang dikenakan oleh sebagian kaum muslimah dewasa ini sangat jauh dari apa yang disyariatkan oleh Rabb mereka. Jauh panggang dari api.Mereka menisbahkan pakaian wanita dengan kerudung ala kadarnya yang sekedar menutupi leher-leher mereka tidak sampai menutupi dada dengan nama pakaian islami atau jilbab. Dan ironisnya yang memakainyapun merasa bahwa apa yang mereka pakai itu sudah benar karena melihat para artis di TV mengenakan yang demikian itu jadilah pakaian trendy ini menyebar begitu cepat dan menjadi pakaian pilihan utama mereka.

Bahkan tentu terkadang kita melihat saudari kita yang memakai busana muslimah yang justru menambah fitnah karena nampak jelasnya lekuk tubuh mereka dengan penutup kepala yang melilit di leher (sehingga jenjang atau tidaknya bentuk leher terlihat sangat jelas) dan hanya sampai di bagian pundak saja tidak sampai ke dada disambung dengan pakaian ketat yang menggambarkan bentuk payudara mereka kemudian celana ketat yang menambah jelas lekukan tubuh mereka.

Ada juga yang memakai abaya (gamis/pakaian terusan) memilih ukuran yang ketat daripada ukuran besar dan lapang dengan alasan agar nampak cantik dan modis! Sebagian adapula yang memakai penutup kepala dengan menyanggul rambut-rambut mereka hingga ketika mereka berjalan dapat dilihat dengan jelas ikatan rambut tersebut, karena sangat kecilnya penutup kepala yang mereka pakai maka merekapun mengikat rambut tersebut agar tidak menyembul keluar.

Bukankah apa yang mereka pakai itu semua justru yang semestinya mereka jauhi karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda :“Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk.”4

Di dalam hadits lain terdapat tambahan :

“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian.”5

Kemudian lihatlah penjelasan dari Ibnu Abdil Barr rahimahullah ia berkata:

“Yang dimaksud Nabi shalallahu alaihi wassalam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.”6

Dari Ummu Alqamah bin Abu Alqamah bahwa ia berkata :
“Saya pernah melihat Hafshah bin Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi ‘Aisyah dengan mengenakan khimar(kerudung) tipis yang dapat menggambarkan pelipisnya, lalu ‘Aisyah pun tak berkenan melihatnya dan berkata : “Apakah kamu tidak tahu apa yang telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat An Nuur?!” Kemudian ‘Aisyah mengambilkan khimar untuk dipakaikan kepadanya.7

Syaikh Albani menjelaskan perkataan Aisyah radiyallahu anha : Apakah kamu tidak tahu tentang apa yang diturunkan oleh Allah dalam surat An-Nuur? Mengisyaratkan bahwa wanita yang menutupi tubuhnya dengan pakaian yang tipis pada hakikatnya ia belum menutupi tubuhnya dan juga belum melaksanakan firman Allah Subahnahu wa ta’ala yang ditunjukkan oleh Aisyah radiyallahu anha yaitu “Dan hendaklah kaum wanita menutupkan khimar/kerudung pada bagian dada mereka”8

Tidakkah kita melihat perbedaan yang sangat jauh antara generasi Shahabiyah dengan kita? Mereka benar-benar menjadikan jilbab sebagai penutup tubuh dan aurat sebagai bentuk ketaatan pada perintahNya sedangkan kita justru sebaliknya menjadikan jilbab sebagai pembuka fitnah kecuali wanita-wanita yang dirahmati Allah.

Jilbab yang difahami shahabiyah sebagai pakaian yang lapang (lebar) yang menutupi tubuh dari atas kepala hingga ujung kaki sedangkan kaum muslimah sekarang menganggap jilbab adalah secarik kain yang digunakan untuk menutupi rambut mereka saja sedangkan bagian-bagian lainnya mereka tutupi dengan bahan yang ala kadarnya yang tidak bisa dikatakan menutupi aurat apalagi menutupi lekuk tubuh mereka. Kepada Allahlah kita memohon pertolongan semoga kaum kita mau kembali kepada Rabb mereka dan berusaha untuk menunaikan apa yang diperintahkan Allah dan rasulNya secara sempurna dan menyeluruh.

Sebagaimana firmanNya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu
(Al-Baqarah :208).

Wallahu’alam bish-shawwab.

Artikel ini telah di cek oleh : Ustadz Muhammad Elvy Syam Lc.

Sumber Rujukan :

1. Jilbab Wanita Muslimah menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani,Pustaka Tibyan,Solo.
2. Ringkasan Shahih Muslim, Imam Al-mundziri, Pustaka Amani, Jakarta.
3. Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam, Mahmud al-Istanbuli, Pustaka Tibyan, Solo.

Catatan kaki:

1. Hadits yang di riwayatkan Bukhari V/137 dan Muslim no.2450 yang berbunyi :“Wahai Fatimah relakah engkau menjadi ratu bagi para wanita disurga?….”[Lihat Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam hal :127-128] [↩]
2. dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab al-Hilyah 2/43, Al Bayhaqi 3/34-35 untuk lebih jelasnya bisa di lihat dalam Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Nashiruddin AlBani, hal 140-141 [↩]
3. Jilbab Wanita muslimah hal: 140 [↩]
4. dikeluarkan oleh at-Thabrani dalam “Al-Mu’jam As-Shaghir” hal. 232 dari hadits Ibnu Amru dengan sanad shahih lihat jilbab wanita muslimah hal :130 [↩]
5. HR.Muslim dari riwayat Abu Hurairah hadits no.1388 [↩]
6. dikutip oleh As-Suyuthi dalam “Tanwirul Hawalik” 3/103 lihat Jilbab Wanita Muslimah hal:131 [↩]
7. Ibnu Sa’ad 8/47 lihat Jilbab Wanita Muslimah hal 131 [↩]
8. idem hal 131 [↩]


Artikel : jilbab.or.id

Tips Hilangkan Cemburu

Tips Hilangkan Cemburu

Cemburu menurut Mariagrazia Marini diartikan sebagai sebuah perasaan yang mempunyai karakter naluriah serta alami, dan ditandai dengan adanya rasa takut, nyata atau tidak nyata, malu kehilangan cinta dari sang kekasih atau pasangan. Kecemburuan ini terkait dengan kurangnya kepercayaan pada orang lain dan atau dirinya sendiri dan, bila cemburu berlebihan, dapat menjadi patologis dan berubah menjadi obsesi. demikian adalah salah satu dari pengertian cemburu.

Cemburu dalam pandangan Islam adalah cemburu yang berlandaskan karena Allah. Istri Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam Aisyah juga pernah mengalami rasa cemburu dan terbakar cemburu kepada istri beliau yang lain, tetapi setelah diingatkan istri Rasulullah shallallahu a'alahi wa sallam segera menyadari kesalahan dan meminta maaf.

Cara Hilangkan cemburu, cara atasi cemburu terhadap pasangan

Hal ini berdasarkan atas sebuah riwayat hadist yang berbunyi :"Dari ‘Aisyah: "Aku tidak cemburu kepada seorang wanita terhadap Rasulullah sebesar cemburuku kepada Khadijah, sebab beliau selalu menyebut namanya dan memujinya" ( Hadist Riwayat Bukhari ).

Cemburu alam hubungan suami istri tentunya wajar dan memang harus seperti itu adanya. Karena rasa cemburu itu adalah bagian dari tanda rasa kasih sayang kita terhadap pasangan kita, hanya saja yang tidak diperbolehkan adalah cemburu berlebihan.

Ada beberapa cara mengatasi cemburu terhadap suami istri atau terhadap pasangan kita. Diantara tips atasi cemburu adalah adalah dengan berprasangka baik terhadap pasangan kita. Janganlah cepat terbakar rasa cemburu yang berlebihan tanpa alasan. Kecuali kita melihat sendiri dengan mata sendiri atau pun kita mendengar dari orang yang kita percayai akan kejujurannya pula.

Saling mengkomunikasikan rasa cemburu kita terhadap suami atau istri dengan baik dan dalam suasana lingkungan yang kondusif. Karena bila waktu dan cara yang kita lakukan tidak tepat maka bukanlah penyelesaian masalah yang kita dapatkan malahan justru seringkali akan mengkeruhkan masalahnya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang para suami mencari-cari kesalahan isteri bial sedang dalam kecemburuan yang membabi buta. Sebagaimana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tegaskan dalam hadits: "Ada jenis cemburu yang Allah membencinya. Yaitu kecemburuan suami kepada isteri yang tidak disertai adanya indikasi kuat yang mendukungnya". (HR. al Bazzar dan ath-Thabrani ).

Apapun kondisi kita ketika dilanda cemburu tentunya kita harus menggunakan solusi yang Islami dan jalan yang baik serta bijak dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam kehidupan rumah tangga kita.

Menghormati Tetangga

Menghormati Tetangga

Menghormati Tetangga. Tetangga adalah warga masyarakat lingkungan kita hidup dan berhubungan sosial dan letak rumahnya adalah bersebelahan dengan kita, baik itu bersebelahan di kanan, di kiri, didepan, atau pun dibelakang rumah kita. Bila sesuatu terjadi dalam rumah kita pun tentunya yang paling mengetahui adalah tetangga kita dahulu. Dan berbuat baik kepada tetangga dan menghormati tetangga adalah sebuah kebaikan yang yang telah Allah Firmankan dalam salah satu ayatnya :

"Dan sembahlah Allah, dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kalian miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri."(QS. An-Nisa’: 36 )

Cara Menghormati Tetangga, Cara berbuat Baik Pada Tetangga

Sesuatu yang tak dapat dihindari dalam hidup bermasyarakat dan juga bersosial karena kita adalah makhluk sosial adalah kehidupan bertetangga. Karena yang kita harapkan adalah hidup bermasyarakat dengan tenteram dan damai, tentunya kita juga harus hidup dengan tenteram dan damai bersama tetangga kita. Alangkah nyaman hidup bersama tetangga yang baik. Dan demikian pula bila kita mempunyai tetangga yang jelek maka kehidupan kita dalam bermasyarakat akan terasa sempit.

Rasulullah shallalalahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Empat hal yang termasuk kebahagiaan seseorang :istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Dan empat hal yang termasuk kesengsaraan seseorang : tetangga yang jelek, istri yang jelek, kendaraan yang jelek, dan tempat tinggal yang sempit." (HR. Ibnu Hibban no. 1232 )

Betapa pentingnya berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai Jibril menekankan dalam wasiatnya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :"Jibril selalu berwasiat kepadaku tentang tetangga sampai-sampai aku menyangka bahwa tetangga akan dijadikan sebagai ahli waris." (HR. Al-Bukhari no. 6014 dan Muslim no. 2624).

Dalam hal menghormati tetangga dan berbuat baik ini maka hal-hal yang membuat tetangga kita tidak ridha atau merasa terganggu. Ada beberapa perbuatan yang bisa membuat tetangga kita terganggu misalnya dengan perbuatan, seperti membuang sampah di sekitar pintu rumah tetangga, menyempitkan jalan masuk ke rumahnya, mengetuk-ngetuk pintunya, dan perbuatan lainnya yang memadharatkan tetangga. Termasuk pula jika dia memiliki tanaman di sekitar tembok tetangganya yang pengairannya mengganggu tetangga. Ini pun termasuk gangguan terhadap tetangga, sehingga tak boleh dilakukan.

Yang paling penting marilah kita menjaga kebaikan lingkungan kita, termasuk dalam hal berbuat baik dan menghormati tetangga kepada para tetangga kita sebagaimana yang telah disunnahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.