Sejarah Perayaan Valentine Day

Posted by Ummu Nailah on

Kebanyakan masyarakat kita ketika datang tanggal 14 februari maka akan teringat dengan tradisi hari valentine. Banyak tradisi perayaan valentine day yang tidak selaras dan sesuai dengan ajaran Islam. Valetine's day identik dengan atribut dan dekorasi yang menandai datangnya "hari cinta" dengan menghadirkan aksesoris seperti bunga mawar merah, lambang love, bahkan memberikan potongan harga besar-besaran demi menyambutnya.

Perayaan ini pun dikenal oleh mereka sebagai perayaan hari kasih sayang, yang menurut mereka adalah moment yang paling tepat untuk mengungkapakan perasaan cinta dan kasih sayang kepada orang-orang yang dekat di hati. Perayaan ini biasanya dilaksanakan di kafe-kafe, hotel-hotel atau tempat-tempat yang romantis, di mana setiap pasangan memberikan hadiah berupa kue coklat atau bunga yang bertuliskan 'I wish you will be my valentine' kepada yang lain. Yang lebih mengejutkan, ada beberapa acara yang sering digelar di berbagai tempat rahasia di Metropolitan, belakangan ini, pesta perayaan Valentine Day.

Sejarah Valentine Day, Hukum Valentine Day,Bahaya Valentine Day

Sesungguhnya ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Tetapi paling populer berkaitan dengan sejarah valentine day ini dari kisah dari pendeta Santo Valentinus yang hidup pada masa Kaisar Claudius II, Ia kemudian menemui ajalnya pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas, jika kita telisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (atau penyembahan dewa-dewi) Romawi Kuno, hari kasih sayang adalah perayaan yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan terhadap berhala.

Mereka meyakini pertengahan bulan Februari merupakan bulan cinta dan kesuburan. Kepercayaan ini kemudian diwarnai oleh kaum Kristen Katolik Roma dengan nuansa Kristiani. Salah satu bentuk ‘akuisisi’ atas mitos paganisme ini adalah dengan mengganti nama anak-anak gadis mereka dengan nama Paus atau Pastor dan mendapat dukungan Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, para sejarawan Kristen masih berbeda pendapat. Sekurangnya ada tiga nama Valentine yang disinyalir meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya Santo Valentine” termaksud. Kisahnya pun yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda-beda.

Di Indonesia, yang mayoritasnya memeluk agama Islam, perayaan Valentine's Day mulai membudaya di kalangan masyarakat kita khususnya dikalangan kawula muda, sekitar akhir tahun 1980-an berbarengan dengan munculnya televisi-televisi swasta yang banyak mengupas dan menayangkan berita ataupun film-film yang bertemakan perayaan tersebut. Sejak itulah, perayaan hari kasih sayang ini digandrungi oleh para generasi muda, sebagai akibat dari penetrasi budaya asing yang masuk lewat pemberitaan berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Seiring berjalannya waktu, ketika Kaum Barat berhasil melakukan simbolisasi terhadap tokoh Valentino, ditunjang pula dengan penguasaan media dan informasi, sejak saat itu V-Day menyebar ke seluruh penjuru dunia. Ia menjadi ajang menyatakan “cinta dan kasih sayang” kepada pasangan. Kekuatan media dimanfaatkan betul untuk memborbardir massa tentang personalisasi Valentino sebagai tokoh yang layak dikenang sepanjang masa oleh siapa saja yang berjuang demi “cinta.”

Bahaya valentine day adalah justeru merupakan legalisasi pergaulan bebas. Mereka tidak segan-segan mengajak teman perempuan atau sebaliknya (baca pacarnya) untuk merayakannya. Tak jarang merekapun tidak segan-segan menyewa hotel untuk merayakan valentine tersebut. Tak ayal, perzinahan pun kerap terjadi seiring dengan peringatan valentine day ini.

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah dogma dan ideologi Kristiani dan perayaan penyembahan berhala-berhala, dan ini sangat dilarang di dalam ajaran Islam, karena pelakunya akan terjerumus dalam kesesatan dan Murtad tanpa disadarinya. Tentunya hukum valentine day dalam Islam adalah haram

Bagaimana jika para pemuda-pemudi Muslim ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka mereka telah ikut-ikutan melakukan penyembahan dan pengagungan dewa dewi mereka. Hal ini di dalam ajaran Islam sudah termasuk perbuatan musyrik atau mempersekutukan Allah SWT, yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT.

Apakah kita mau mengorbankan keridhoan dan kasih sayang dan cinta Allah yang sebenarnya dengan kemurkaan-Nya hanya gara-gara ikut-ikutan merayakan Hari Valentine yang berisi kesenangan yang sangat sedikit tersebut?? Rasulullah SAW telah bersabda: "Barangsiapa mengikuti suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum itu" (HR. Abu Daud & Ahmad)

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar