Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Penyebab Pembatal Puasa

Penyebab Pembatal Puasa

Apa saja hal yang membatalkan puasa kita tentunya harus diketahui. Karena dengan mengenal pembatal-pembatal puasa kita akan menjauhkan segala hal yang berkaitan dengan hal tersebut sehingga ibadah puasa kita akan benar-benar bermanfaat dan memperoleh nilai ibadah. karena jangan sampai nilai puasa kita hanya sebatas menahan haus dan lapar saja.

Pahala Puasa Ramadhan dan puasa-puasa sunnah lainnya juga telah ada petunjuk dan juga dalil-dalilnya sendiri.Ingatlah puasa itu memiliki keistimewaan dibanding amalan lainnya. Amalan lainnya akan kembali untuk manusia yaitu dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan hingga lebih dari itu. Namun tidak untuk amalan puasa. Amalan tersebut, Allah khususkan untuk diri-Nya. Sehingga pahala puasa pun bisa tak terhingga pahalanya.

Pembatal Puasa

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi."(HR. Bukhari Muslim)

Pembatal-Pembatal Puasa

Berikut ini adalah beberapa hal faktor yang menyebabkan puasa kita menjadi batal yaitu :
  • Segala sesuatu yang sampai ke jauf (dalam rongga tubuh).
  • Segala sesuatu yang masuk lewat kepala.
  • Segala sesuatu yang masuk lewat injeksi (suntikan) lewat kemaluan atau dubur.
  • Muntah dengan sengaja.
  • Menyetubuhi dengan sengaja di kemaluan.
  • Keluar air mani karena bercumbu.
  • Haidh.
  • Nifas.
  • Gila.
  • Keluar dari Islam (murtad).
Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat Islam. Oleh karena itu kita harus mengikuti benar rukun dan syarat puasa. Selain itu, kita juga harus memperhatikan hal - hal apa saja yang bisa membatalkan puasa kita. Hal - hal yang membatalkan puasa dibedakan menurut beberapa Mazhab yang berbeda. Namun dari beberapa Mazhab tersebut pada intinya memiliki banyak kesamaan dan hanya detail penjelasan dan dasarnya saja yang berbeda.


Hikmah Membayar Zakat Fitrah

Hikmah Membayar Zakat Fitrah

Hikmah Membayar Zakat Fitrah - Hikmah Membayar Zakat Fitrah Ramadhan hampir saja berakhir dan kita masih dalam sepertiga akhir Ramadhan ini dan semoga pula kita bisa memanfaatkan sepertiga akhir ramadhan ini dengan sebaik-baiknya dengan amalan-amalan ibadah baik itu wajib maupun yang sunnah. Dan akhir ramadhan ini kita umat Islam juga mempunyai kewajiban membayar zakat fitrah pada akhir Ramadhan dan sebelum menunaikan shalat Ied.

Hikmah Membayar Zakat Fitrah

Tentunya bila Allah Ta'ala memberikan syariat ada hikmah serta keutamaan dari syariat tersebut. Termasuk juga dalam hal zakat ini. Ada beberapa hikmah keutamaan zakat fitrah bagi kita yang menjalankannya. Salah satu hikmah zakat fitrah adalah bahwasannya zakat fitrah adalah untuk mensucikan diri. Allah Ta'ala berfirman :"“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri." (QS. Al-A’la : 14) dan semoga dengan zakat fitrah yang kita tunanikan nanti dan sekarang akan benar-benar mensucikan kita aamiin.

Ada beberapa hal yang berkenaan dengan waktu membayar zakat fitrah. Waktu utama dalam melaksanakan serta membayar zakat fitrah ini yaitu pada saat mulai terbenamnya matahari pada saat malam Iedul Fitri sampai dengan sebelum ditunaikannya shalat Ied. Utamanya juga pada waktu antara shalat fajar pada hari Ied sampai sebelum shalat Ied. Dan bila kita akan membayar sebelum itu pun dalam artian beberapa hari sebelum hari raya juga diperbolehkan serta tidak dilarang.

Ada juga beberapa keutamaan zakat fitrah ini. Berikut ini adalah beberapa keutamaan zakat fitrah yaitu diantaranya yaitu :
  1. Menyempurnakan keislaman seorang hamba. Zakat merupakan bagian dari rukun Islam yang lima. Apabila seseorang melakukannya, maka keislamannya akan menjadi sempurna. Hal ini tidak diragukan lagi merupakan suatu tujuan atau hikmah yang amat agung dan setiap muslim pasti selalu berusaha agar keislamannya menjadi sempurna.
  2. Menunjukkan benarnya iman seseorang. Sesungguhnya harta adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh jiwa. Sesuatu yang dicintai itu tidaklah dikeluarkan kecuali dengan mengharap balasan yang semisal atau bahkan lebih dari yang dikeluarkan. Oleh karena itu, zakat disebut juga shodaqoh (yang berasal dari kata shidiq yang berarti benar atau jujur) karena zakat akan menunjukkan benarnya iman muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) yang mengharapkan ridha Allah dengan zakatnya tersebut.
  3. Membuat keimanan seseorang menjadi sempurna. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45). Wahai saudaraku, sebagaimana engkau mencintai jika ada saudaramu meringankan kesusahanmu, begitu juga seharusnya engkau suka untuk meringankan kesusahan saudaramu. Maka pemberian seperti ini merupakan tanda kesempurnaan iman Anda.
  4. Sebab masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat, pen), rajin berpuasa, shalat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Setiap kita tentu saja ingin masuk surga.
  5. Menjadikan masyarakat Islam seperti keluarga besar (satu kesatuan). Karena dengan zakat, berarti yang kaya menolong yang miskin dan orang yang berkecukupan akan menolong orang yang kesulitan. Akhirnya setiap orang merasa seperti satu saudara. Allah Ta’ala berfirman, “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. Al Qoshosh: 77).
Sumber : Keutamaan Hikmah Zakat Fitrah